Opini

Tanpa Demokrasi, Pilkada Hanya Sandiwara



Sabtu, 17 September 2016 | 19:13:22 WIB Penulis:

Yang paling indah itu bicara hati. Sesakit-sakitnya hati bila dicurhatin terasa mudah. Semanis-manisnya hati, terkadang adanya pahit, malah disitu letak keindahannya. hehehe.

Tapi kali ini yuk kita bicara Pemilu. Saya pikir semua orang akan sepakat untuk menyimpulkan Pemilu sebagai ukuran demokrasi bertolak dari pandangan dasar yang mengatakan bahwa pemilu  sejatinya mengandaikan adanya demokrasi.

Sebab tanpa demokrasi pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sarolangun yang sudah depan mata hanya ini tak bermakna dan hanya akan jadi panggung sandiwara.

Nah, demokrasi menurut saya menjadi dasar sebuah pemilu yang bermutu. Meskipun juga disadari bahwa demokrasi harus selalu diusahakan, apapun kondisinya.

Demokrasi menghendaki adanya keterlibatan rakyat yang diposisikan sebagai aktor penting di dalamnya .

Jika begitu, keterlibatan masyarakat menjadi unsur dasar dalam berdemokrasi.

Untuk itu, penyelenggaraan pemilu sebagai sarana dalam mewujudkan demokrasi, tentu saja tidak boleh dilepaskan dari adanya keterlibatan masyarakat.

Di sebuah negara demokrasi, kekuasan dan rakyat itu bagaikan dua sisi mata uang yang tak boleh robek.

Karena, kekuasaan tanpa rakyat rasanya hampa. Sebaliknya rakyat tanpa kekuasaan tiada gunanya. Dua aspek ini harus menyatu, harus bersama dalam bingkai yang kita sebut bernegara.

Harapan kita tentunya tercipta Pilkada yang demokratis. Demokrasi yang benar- benar mampu melahirkan pemimpin rakyat, dari rakyat dan untuk rakyat.

Salam Pemilu Damai

 

Oleh: Arsanur Rahman S.Pd.I M.Pd

Ketua PPK Kecamatan Bathin VIII

 

 

Ayo kirimkan Opini anda tentang apapun, tentang Politik, Sosial, Pemerintah, dll.

Kirimkan ke E-mail kami, dengan catatan redaksi bisa mengedit isi, namun tidak merubah subtasi. 

Soal isi merupakan tanggun jawab pengirim.

Berikan Komentar via Facebook :
Advertesmen
BERITA TERKINI
  • JOIN US
© Sarolangun News 2015. All rights reserved

Developed by: JambiWeb