Sarolangun News

Praktik Pungli di PT Karet Batin Delapan Dibongkar Karyawan Sendiri



Minggu, 06 November 2022 | 04:03:37 WIB Penulis: Lek

Dugaan adanya praktik Pungutan Liar (Pungli) bagi calon pencari kerja di PT. Karet Batin Delapan (KBD) semakin kuat.

Terbaru, dugaan pungli di Pabrik yang beralamat Kecamatan Bathin VIII itu justru dibongkar oleh karyawannya sendiri.

Kepada Media ini, salah satu karyawan yang minta namanya tak ditulis mengakui memang ada pungli bagi calon tenaga kerja di PT KBD.

"Memang benar, sudah lamo pungli ini, karyawan baru masuk bayar semua," Aku sumber Minggu, (6/10).

"Kalau tidak bayar jangan harap bisa karja di pabrik karet ini," tambahnya lagi.

Sumber juga tak menampik saat ditanya apakah dugaan pungli di PT. KBD ini melibatkan sejumlah oknum orang dalam dari perusahaan tersebut.

"Bisa jadi. Soalnya pabrik tidak ada buka lowongan. Tapi karyawan baru ada saja yang masuk, ini kan jelas ada permainan orang dalam," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, PT. Karet Batin Delapan (KBD) diduga melakukan praktik pungutan liar (pungli) bagi calon pelamar kerja di pabrik tersebut.

Ironisnya, praktik pungli ini diduga melibatkan oknum karyawan PT. KBD berinisial MU dan sejumlah oknum lainnya.

Menurut informasi yang diterima media SarolanguNNews.com. Untuk uang setoran sendiri jumlahnya bervariatif. Mulai dari Rp 5 juta hingga belasan juta rupiah per orang.

"Untuk uang pelicin, kabarnyo mulai Rp 5 juta sampai belasan juta per orang," kata sumber yang minta namanya tak disebut. Rabu (26/10).

Kata Sumber, dugaan praktik pungli di lingkungan PT Karet Batin Delapan ini sudah sekian lama terjadi. Namun ia mengaku kesulitan mengungkapnya karena dilakukan oleh oknum di dalam perusahaan.

"Kalau isu dugaan pungli di pabrik karet itu lah mencuat, cuma bukti be dak Ado jadi sulit mau ngungkapnyo," ungkapnya.

"Infonyo karyawan yang lah masuk kerjo bayar itu ditekan untuk tidak cerito kesiapo-siapo kalau masuk itu bayar," tambah sumber

Sementara itu, salah satu karyawan PT. KBD berinisial MU saat dimintai keterangan terkait persoalan itu lebih memilih irit bicara. "Dak tau kami, dak Ado itu," jawabnya singkat ketika dihubungi melalui sambungan telepon.

Berikan Komentar via Facebook :
Advertesmen
  • JOIN US
© Sarolangun News 2015. All rights reserved

Developed by: JambiWeb