Sarolangun News

Populasi Sapi di Kampung Ternak Bukit Suban Berkurang



Senin, 15 Januari 2018 | 18:17:32 WIB Penulis: Yansah Asari

Populasi sapi di kampung ternak Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Sarolangun berkurang akibat terserang penyakit Jembarana pada tahun lalu. Menurut keterangan Sukadi, Ketua Sentra Peternakan Rakyat (SPR) setempat, tidak kurang dari 500 ekor sapi telah terserang virus berbahaya tersebut.

"Populasi sapi kami berkurang 500 ekor. Diantaranya ada yang mati, dijual dan dipotong paksa," kata Sukadi di temui di kantor Disnakkan, Senin (15/1). 

Saat ini, sambung Sukadi, populasi sapi yang tersisa di kampung ternak Desa Bukit Suban yang tersisa sekitar 1500 ekor. Kampung ternak Bukit Suban meliputi tiga desa lainnya yakni Desa Pematang Kabau, Desa Mentawak Ulu dan Desa Mentawak Baru.

"Setelah kasus Jembarana, Dinas memberikan vaksinasi kepada sapi kami setiap empat bulan secara bergilir. Saat ini sapi yang terkena penyakit sudah berkurang," ungkapnya.

Sementara itu. Drh Ari Rumesko yang bertugas di Kecamatan Air Hitam mengatakan kasus Jembarana yang menyerang ternak sapi di kampung ternak Bukit Suban telah mendapatkan penanganan serius. Kata dia, sapi telah diberi vaksin.

"Untuk mencegah virus Jembarana kami minta peternak setiap hari membersihkan kandang," kata Ari.

Lebih jauh Ari menjelaskan, ciri-ciri sapi yang terserang virus Jembarana nafsu makan sapi berkurang, demam tinggi dan mengeluarkan liur. Jika menemukan kasus seperti itu silahkan hubungi dokter hewan terdekat.

"Pada umumnya Jembranana menyerang sapi bali. Tapi tidak menutup kemungkin menyerang sapi lain seperti simental, brahma, limosin dan sapi PO (Peranak Ongol)," pungkasnya.

Berikan Komentar via Facebook :
Advertesmen
  • JOIN US
© Sarolangun News 2015. All rights reserved

Developed by: JambiWeb