Sarolangun News

PMI Sarolangun Gelar Advokasi Vaksinasi Covid-19



Kamis, 08 Desember 2022 | 21:15:55 WIB Penulis: Pks

SAROLANGUN- Pengurus Organisasi Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sarolangun turun ke lapangan menggelar kegiatan Advokasi dan menyalurkan Vaksinasi Covid-19 kepada Masyarakat Sarolangun. Kegiatan tersebut menjangkau 22 titik di lima kecamatan yang ada di Sarolangun.

Kepala Markas PMI Sarolangun, Deni Kurnia Rahman mengatakan, pihaknya sukses melaksanakan kegiatan advokasi dan vaksinasi Covid-19 dalam tenggat waktu dua bulan. Yakni advokasi dilakukan dibulan Oktober dan vaksinasi selesai dilakukan akhir November.

"Kegiatan vaksin ini merupakan arahan petunjuk dari PB PMI pusat melalui PMI Provinsi, bahwasanya PMI Sarolangun diminta untuk melaksanakan kegiatan advokasi dan sosialisasi kembali. Dalam kegiatan ini kita telah melakukan advokasi di 22 titik di lima kecamatan se-Kabaupaten Sarolangun," ungkap Deni, Rabu (07/12/22).

Adapun 22 titik Advokasi di lima kecamatan ini sambung Deni, PMI Sarolangun memilih Kecamatan Sarolangun, Pauh, Pelawan, Bathin VIII, dan Kecamatan Singkut. Sedangkan penyaluran Vaksinasi sendiri, PMI Sarolangun memilih menyalurkan di enam sekolah yakni Pesantren Nurul Jadid, SMAN 2 Sarolangun, SMK Muhammadiyah, SMKN 4 Sarolangun, SMK N 1 Sarolangun dan Kampus STAI Darul Ulum Sarolangun.

"Advokasi ini tujuannya kita pengen tau minat vaksin masyarakat sampai saat ini. Dari advokasi itu muncul lah nanti kami melakukan vaksin," katanya.

"Jadi karena tenggat waktu yang diberikan PB PMI Pusat kepada kami terbatas, dan kami diminta menyelesaikannya di bulan November. Di bulan Oktober kami melakukan evaluasi di November kami melakukan kegiatan vaksin," sambungnya.

Dari kegiatan tersebut, pihak PMI Sarolangun mengaku pihaknya telah menyalurkan vaksin dosis satu, dua dan dosis tiga sebanyak 208 yang sudah tervaksin. Pun demikian, pihaknya mengakui minat vaksin terhadap masyarakat menurun dari tahun sebelumnya. "Ada penurunan. Mungkin masyarakat itu beranggapan Covid-19 ini sudah berlalu, anggapan ini kita pikir masyarakat harus diberikan edukasi kembali. Yang jelas vaksin itu bukan bararti membuat kita tidak kena covid tapi mekanisme penyembuhannya jauh lebih cepat dan tingkat kematian dari dampak covid bisa diturunkan," kata Deni.

Berikan Komentar via Facebook :
Advertesmen
  • JOIN US
© Sarolangun News 2015. All rights reserved

Developed by: JambiWeb