Kesehatan

Perlukah Vaksin untuk Peserta Didik?



Kamis, 01 April 2021 | 01:41:59 WIB Penulis: Fadil Kribo/Doni Martius

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sarolangun, Helmi menanggap jika para siswa setingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dirasa perlu mendapatkan prioritas diberikan vaksin.

"Kami sebenarnya selaku dinas yang menangani terkait kebijakan pendidikan melihat vaksin ini perlu diberikan kepada siswa maupun guru di sekolah-sekolah,"kata Helmi kepada Sarolangun News. Rabu (31/3).

"Mengingat aktivitas belajar ini kan sifatnya kontak fisik setiap hari, tentu vaksin ini upaya kita berjaga-jaga dengan memberikan kekebalan pada imun tubuh,"tambahnya.

Kata dia saat ini pihaknya masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat maupun pemerintahan daerah terkait pemberian vaksin bagi para peserta didik di Kabupaten Sarolangun.

 "Kita sifatnya menunggu aturan penggunaan vaksin dari pusat. Jika nanti ada perubahan aturan yang mengharuskan siswa untuk divaksin, tentunya ini harapan kami, apalagi menyangkut soal kesehatan dan keselamatan siswa di sekolah,"ungkapnya

Helmi menambahkan meskipun belum diberi vaksin. Namun aktivitas belajar di sekolah tetap mengutamakan protokol kesehatan yang ketat.

"Walaupun Sarolangun sembuh dari zona rawan Covid-19, namun aktivitas belajar di semua sekolah tetap menerapkan protokol kesehatan. Seperti menjaga jarak, mencuci tangan, menyediakan handsanitaizer, memakai masker dan lain-lain,"ujarnya.

Pertanyaannya kini, bolehkah vaksinansi Covid-19 diberikan kepada peserta didik?

Mengingat dalam pembelajaran tatap muka di sekolah mereka akan berinteraksi dengan guru dan siswa-siswa lainnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sarolangun Bambang Hermanto mengatakan jika dosis vaksinasi Covid-19 saat ini dilarang digunakan bagi anak-anak yang berstatus masih dibawah umur.

 "Salah satunya vaksin ini dilarang dipakaikan kepada ibu hamil, anak-anak di bawah umur, gangguan alergi, dan orang yang memiliki gangguan imunitas tubuh,"katanya. 

Menurut Bambang produk vaksin sendiri telah mengalami perubahan dalam aturan penggunaannya. 

"Kalau dulu hanya diperbolehkan pada usia 18 sampai 59 tahun, kalau sekarang lansia sudah boleh. Untuk saat ini memang belum ada petunjuk untuk anak di bawah umur, mungkin ke depan bisa jadi sudah keluar produk baru yang memperbolehkan," tandasnya.

Berikan Komentar via Facebook :
Advertesmen
  • JOIN US
© Sarolangun News 2015. All rights reserved

Developed by: JambiWeb