Sarolangun News

Perda CSR di Sarolangun Belum Bisa Dijalankan, Kenapa?



Senin, 21 Oktober 2019 | 17:37:01 WIB Penulis: Doni Martius

Rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) atau lebih dikenal dengan sebutan Qanun Corporate Social Responsibility (CSR) di Kabupaten Sarolangun hingga kini belum dijalankan. Kenapa ?

Kabid Ekonomi dan SDA Bappeda, Guldi, mengatakan sedang menunggu masuknya naskah akademik.

"Saat ini kita masih menunggu naskah akademiknya, kami juga sudah bicara dengan pihak sekwan kemungkinan draf csr ini akan menjadi inisiatif DPRD," kata Guldi Senin (21/10).

Guldi menuturkan, keberadaan naskah akademik penting sebab ini satu di antara faktor penentu keberhasilan menerbitkan Peraturan Daerah CSR.

“Naskah akademik berisi pengetahuan yang mendukung Ranperda. Naskah ini nanti yang akan memandu kita semua dalam perumusan peraturannya menjadi Perda,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan perangkat hukum tentang CSR penting, sebab ini memberikan payung hukum agar pelaksanaan kegiatan sosial yang dilakukan perusahaan-perusahaan berjalan baik, terkontrol dan bertanggung jawab.

“Perda ini akan berlaku untuk semua perusahaan,” ungkap Guldi.

Diharapkan, lewat produk Perda CSR Kabupaten Sarolangun akan memberikan kesejahteraan masyarakat secara meluas, adil merata, sehingga pembangunan di Sarolangun memberikan efek positif.

“Lewat Perda ini nantinya perusahaan tidak hanya berpikiran mencari keuntungan semata. Ya, tapi harus melihat juga unsur-unsur pemberdayaan sosial masyarakat di sekitarnya," tandasnya.

Berikan Komentar via Facebook :
Advertesmen
BERITA TERKINI
  • JOIN US
© Sarolangun News 2015. All rights reserved

Developed by: JambiWeb