Hukrim

Dua Orang Pelaku Ilegal Driling Disikat Aparat



Jumat, 11 September 2020 | 20:28:25 WIB Penulis: Doni Martius

Kapolres Sarolangun, AKBP Sugeng Wahyudiono Benar-benar membuktikan ucapannya untuk menindak Pihak-pihak yang berani bermain dalam kegiatan Ilegal Drilling, 

Kamis (10/9) kemarin, dua orang pelaku Illegal Drilling di Kawasan Desa Lubuk Napal, Kecamatan Pauh, berhasil disikat arapat Polres Sarolangun.

Kedua pelaku adalah Sisy Prabowo alias bowo (22) dan Alam Susilo peransisco (18) yang merupakan warga Desa Lubuk Napal. 

Melalui Konferensi Pers orang nomor satu ditubuh korps Bayangkara Polres Sarolangun ini mengatakan, kedua pelaku berhasil ditangkap saat melalukan aktivitas IIegal Driling dilokasi tambang IIegal tersebut

"Kedua pelaku kita berhasil tangkap dilokasi, Sedang melakukan kegiatan Ilegal drilling,"kata Kapolres Jumat (11/9).

Kapolres menjelaskan satu dari dua orang pelaku yang diamankan merupakan memilik dari kegiatan Ilegal Driling itu.

"Bowo ini pemiliknya dan pemodal serta mengajak si Alan ini untuk melakukan aktivitas ilegal drilling,"jelasnya

"Kita amankan ini dulu, Nanti kita lakukan pengembangan, kemana hasil BB ini dijual tentu ada penampungnya," tambahnya.

Dikatakannya, setelah dilakukan pengembangan oleh petugas, Selain terlibat kasus Ilegal Driling, kedua orang pelaku juga terbukti mengkonsumsi Narkoba. 

"Hasil tes urine Kedua pelaku positif menggunakan narkoba jenis sabu, Sebab dilokasi tambang Ilegal itu juga merupakan tempat transaksi narkoba,"ungkapnya.

Untuk diketahui, dalam operasi yang dilakukan aparat kepolisian, Selain dua orang pelaku arapat juga mengamankan barang bukti berupa satu unit motor sudah dimodivokasi, satu buah besi canting, satu gulungan tali tambang, mesin blower dan satu buah derigen berisi cairan berwarna hitam yang diduga BBM Jenis minyak mentah dan uang sebesar Rp225 ribu hasil penjualan minyak mentah.

Saat ini kedua pelaku Ilegal Driling telah diamankan di Polres Sarolangun untuk dilakukan pemerikasaan lebih lanjut.

"Kedua pelaku ini dikenakan Sanksi pidana sesuai UU Nomor 22 tahun 2001 tentang migas, dengan ancaman hukuman penjara paling lama enam tahun penjara dan denda paling banyak 60 miliar," tandasnya.

 

 

Berikan Komentar via Facebook :
Advertesmen
  • JOIN US
© Sarolangun News 2015. All rights reserved

Developed by: JambiWeb