Advertorial

Bappeda Gelar Forum Konsultasi Publik Tahun 2022



Senin, 14 Februari 2022 | 17:33:10 WIB Penulis: Doni Martius

 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Forum Konsultasi Publik Tahun 2022 dalam rangka menyusun Rancangan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) tahun 2023 - 2026 dan Rancangan Awal RKPD Tahun 2023, Senin (14/2).

 Acara yang berlangsung di aula Kantor Bappeda tersebut, dihadiri oleh Bupati Sarolangun,  Cek Endra, Wakil Bupati Sarolangun, Hillatil Badri, Ketua DPRD Sarolangun, Tontawi Jauhari,  para Kepala SKPD, camat,  tokoh masyarakat, Ormas, LSM dan OKP..

 

Dalam laporannya, Kepala Bappeda Sarolangun, H. Muhammad mengatakan bahwa dasar dari kegiatan ini adalah UU nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Perpres nomor 18 tahun 2020, serta Instruksi Mendagri nomor 70 tahun 2021.

"Tahapan penyusunan RPD tahun 2023 -  2026 dan Rancangan Awal RKPD 2023 ini disusun guna mengisi kekosongan yang akan dilaksanakan oleh Penjabat Bupati Sarolangun nanti," jelasnya.

Lebih lanjut, Kepala Bappeda juga mengatakan bahwa dalam penyusunan Rancangan Awal RKPD tahun 2023 ini tentu buah pemikiran dari anggota DPRD Sarolangun serta aspirasi dari semua pihak pemangku kepentingan dalam mewujudkan perencanaan pembangunan daerah yang matang dan baik sangat diharapkan.

 

"Harapan kita apa yang menjadi isu dan persoalan di Sarolangun dari tahun 2023 sampai tahun 2026 nanti bisa fokus dalam pelaksanaan dan mendapatkan solusinya dari para pemangku kepentingan," kata H. Muhammad.

Sementara Bupati Sarolangun, Cek Endra dalam arahannya mengatakan penyusunan perencanaan pembangunan daerah harus disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah saat ini, sebab masa pandemi virus Corona saat ini masih berlanjut dengan adanya virus omicron yang baru.

 

"Kita harus berhemat dan harus memiliki skala prioritas mana yang lebih penting, serta kita harus meningkatkan pendapatan dengan kondisi keuangan kita saat ini," kata Cek Endra.

Dikatakan Cek Endra, langkah pertama yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah yaitu mengurangi beban biaya pemerintah dengan tidak ada pengadaan kendaraan dinas, mengurangi perjalanan dinas ke luar daerah serta mengurangi pelaksanaan kegiatan yang tidak penting.

"Semua OPD, diharapkan melakukan penghematan dan harus bisa menjaga asset-aset, karena kemungkinan untuk dua tahun kedepan ekonomi kita belum pulih. Kemudian bagaimana meningkatkan PAD kita dari potensi yang ada di Sarolangun, saya yakin dengan begitu ekonomi kita bisa bangkit," ungkapnya.

 

Lebih lanjut Bupati juga berharap bahwa dalam penyusunan perencanaan pembangunan ini, nantinya mana program yang dianggap oleh masyarakat baik agar tetap dilanjutkan, salah satunya program P2DK yang bermanfaat bagi masyarakat untuk membangkitkan ekonomi masyarakat serta prioritaskan infrastruktur yang rusak.

 

"Kami berterima kasih dengan Pemerintah Provinsi Jambi yang telah menganggarkan Rp. 230 Miliar dana multi year untuk jalan menuju Kecamatan Batang Asai," tutupnya.

Berikan Komentar via Facebook :
Advertesmen
  • JOIN US
© Sarolangun News 2015. All rights reserved

Developed by: JambiWeb